Jakarta, posbogor.com
Imam Masjid As-Salam Palopo Dikeroyok Usai Shalat Ashar, Polisi Belum Amankan Pelaku, Jumat (09/05).
Ramai di Facebook dan media sosial seorang guru dan ustad di pukul oleh preman.
Aksi premanisme terjadi di lingkungan tempat ibadah, mesjid korban dipukul sampai berdarah-darah.
Ahmad, seorang Imam Masjid As-Salam Benteng, menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang pada Rabu (29/4/2026).
Sekitar pukul 15.50 WITA. Mirisnya, insiden ini terjadi sesaat setelah korban menyelesaikan ibadah Salat Ashar.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aksi kekerasan ini diduga dipicu oleh hal sepele.
Sebelumnya, korban sempat memberikan teguran kepada sejumlah remaja yang bermain pengeras suara (TOA) masjid.
Diduga luar waktu ibadah karena dianggap mengganggu ketenangan, istirahat orang banyak.
Kronologi Kejadian, saat ditemui, korban menceritakan detik-detik mencekam yang dialaminya.
Serangan dimulai ketika ia keluar dari area masjid.
Seorang wanita paruh baya terlihat memprovokasi massa dengan menunjuk-nunjuk korban, yang kemudian disusul serangan fisik dari sekelompok orang.
“Saya dipukul dari belakang secara tiba-tiba.
Saat saya mencoba mundur, saya terjatuh karena tumpukan pasir di sekitar lokasi.
Di situlah saya dipukuli bertubi-tubi, dada saya diinjak, bahkan ada yang menggunakan batu bata.
Diduga pelaku mengunakan kembencian, untuk memukul saya,” ungkap Ahmad dengan luka yang masih membekas di wajah.
Akibat pengeroyokan tersebut, Ahmad mengalami luka robek dan lebam serius di bagian pelipis, wajah, kepala, serta nyeri hebat di bagian dada.
Keluarga Sesalkan Lambannya Penanganan Hukum, di lakukan untuk korban pengeroyokan.
Meski kejadian telah dilaporkan ke Polsek Wara Timur pada malam yang sama dengan menyertakan bukti visum dan rekaman CCTV, pihak keluarga merasa penanganan kasus ini terkesan jalan di tempat.
Hingga berita ini dirilis, para pelaku dilaporkan masih berkeliaran dan belum ada upaya penahanan dari pihak kepolisian.
Upaya konfirmasi yang dilakukan awak media melalui pesan singkat kepada Unit Reskrim Polsek Wara Timur pun belum mendapatkan jawaban resmi.
“Pihak polisi lambat menangkap pelaku peniayaan terhadap Ahmad seorang guru dan ustad”, katanya Akun Opehnk sinu.
Minta aparat polisi segera tahan pelaku, karena ia sudah meniaya korban dengan berencana dan lebih dari satu orang.
“Kasus ini juga harap di tindak tegas, agar tidak terjadi lagi kasus ini terulang kedua kali pada korban”, katanya di postingan Numaiti Nur tayangkan dan share Facebook.
(NN / OS)
Post Views:
52