Tangerang, posbogor.com.
Gara-gara takut tidak makan, sehingga para ibu ini sebut saja Dewi (40) ini msncari potongan rambut untuk di jual lagi, Tangerang, Banten, sinin (16/02).
Dewi bersama suaminya yang sekarang statusnya nganggur, yang bekerja istrinya.
Terkadang suaminya juga pekerja yang tidak tetapnya, ia relah kerja apa saja.
Asal bisa menghidupkan keluarganya.
Terkadang suami tidak dapat duit ia relah pinjamkan uang untuk penyambung hidup dengan pijaman bank omok.
“Ibu belum bayar, hurang harus bayar kalau tidak”, kata bank Omok itu daerah internet di ruang maya.
Menurut De +62 881-0127-30*** ia sempat membandingkan zaman ke zaman.
“Selama di pimpin Jokowi banyak sebagian masyarakat Indonesia yang hidupnya sengsara”, ujarnya De di whatsapp group.
Coba kalau kita lihat hati nurani Rasanya tingkat kemiskinan tinggi.
Seorang kewarganegaraan Indonesia, masih bisa hidup jual rambut hasil di kumpul melalui tukang cukur.
Melihat di vidio potongan vidio durasi 2:29 menit ia alangkah susahnya perjuangan hidup.
Visio di didapatkan media Sosial seperti tijtok, facebook dan whatsapp group.
Kini terseret-seret hutang besar, sehingga ia di datangkan kolektor sambil menghina.
“Andaikan di kampung Rajeg, Tangerang, saya akan datangkan kolektor penagihan sadis itu,” ujar Bujang.
Menurut dia, andainya kalau mereka sampai terjadi melakukan gantung diri, meninggal diapa yang bertanggung jawab?.
Saya salahkan saja para kades/lurah atau pejabat dan pemimpin sangat saat ini yang berdosa.
Sebenarnya Alam sudah tidak mau lagi bersahabat dengan para pemimpin dan para pejabat yang bikin korupsi sensarahkan rakyat.
Ia sempat bandingkan, dan lahan-lahan hutan laut di urugan pada sensarahkan rakyat.
Pada hal sudah bnyak musibah bertubi-tubi, tapi para pemimpin dan para pejabat tetap masih belum pada sadar.
“Untung masih ada ulama kiayi para ustd Doanya yg sangat kuat semoga Alam masih bersahabat dengan Hamba nya”, ujarnya warga.
(feri / yanto)
Post Views:
42